Jumat, 04 Januari 2013
Profil Tanjung Jabung Barat
Tanjung Jabung Barat Merupakan Salah Satu Kabupaten Yang Terletak Dipesisir Pantai Timur Provinsi Jambi , Berdasarkan Sejarah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Diawali Dengan Terbentuknya Provinsi Jambi Pada Tahun 1965, Yang Terdiri Dari 3 Kabupaten Yakni Kabupaten Batanghari , Kab. Merangin Dan Kab. Kerinci. Pada Tahun 1965 Kab. Batang Hari Dipecah Menjadi 2 Yakni Kab. Batang Hari Dan Kab. Tanjung Jabung .
Tanjung Jabung Menjadi Daerah Kabupaten Pada Tanggal 10 Agustus 1965 Yang Dikukuhkan Melalui Undang – Undang Nomor 07 Tahun 1965 Terdiri Dari 3 Kecamatan Yakni Kecamatan Tungkal Ulu, Kec. Tungkal Ilir Dan Kec. Muara Sabak,
Seiring Bergulirnya Era Desentralisasi Dan Perkembangan Pembangunan Di Provinsi Jambi, Berdasarkan Undang – Undang Nomor 54 Tertanggal 04 Oktober 1999 Tentang Pemekaran Wilayah Dalam Provinsi Jambi , Kab. Tanjung Jabung Di Mekarkan Menjadi 2 Yakni Kab. Tanjung Jabung Barat Beribu Kotakan Kuala Tungkal Dan Kab. Tanjung Jabung Timur Beribukota Muara Sabak .
Sebagai Daerah Otonomi Kab. Tanjung Jabung Barat Yang Eksistensinya Wilayah Republik Indonesia Baru Memasuki Tahun Ke – 10 Setelah Dilakukan Pemekaran Tentunya, Belum Banyak Yang Mengenal Secara Langsung Maupun Tidak Langsung Keberadaannya Di Provinsi Jambi.
Untuk Itu Dalam Upaya Memacu Perkembangan Wilayah Guna Mensejajarkan Dengan Daerah Lain, Pemerintah Kab. Tanjung Jabung Barat Terus Berupaya Membenahi Diri Dan Memperkenalkan Keberadaannya Kepada Masyarakat Luas.
Secara Geografis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Termasuk Wilayah Paling Timur Provinsi Jambi Sekaligus Sebagai Salah Satu Daerah Penyanggah Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sijori , Kabupaten Tanjung Jabung Barat berbatasan langsung sebelah Utara dengan Provinsi Riau , sebelah Selatan dengan Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi , sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tebo dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Laut China Selatan Dilihat Dari Aspek Regional Kabupaten Tanjung Jabung Barat Merupakan Pintu Gerbang Utama Untuk Masuk Ke Kota Jambi Dan Sekaligus Ibukota Provinsi Jambi.
Luas Kabupaten Tanjung Jabung Barat Secara Keseluruhan Sekitar 5.503,5 Km Persegi Terdiri Dari 5000 Km Daratan Dan 141,75 Km Persegi Merupakan Perairan Atau Laut. Atau 26, 68 % Dari Total Luas Provinsi Jambi .
Jumlah Penduduk 278. 937 Jiwa Dengan Posisi Geografis Tersebut Didukung Sarana Prasarana Transportasi Darat Dan Laut. Seperti jalan lintas timur dan pelabuhan kuala tungkal serta potensi sumber daya alam yang sangat beragam baik darat maupun laut.
Kabupaten tanjung jabung barat merupakan daerah masa depan yang menyimpan sejuta harapan baik untuk investasi maupun sebagai daerah yang mampu mendorong pertumbuhan daerah regional . berdasarkan kondisi umum yang dimiliki kabupaten tanjung jabung barat saat ini dan harapan dimasa mendatang.
Pemerintah kabupaten tanjung jabung barat memiliki visi, ”Terwujudnya masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang sejahtera, maju, aman, adil dan merata di bawah lindungan ridho Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa”. untuk mencapai visi tersebut , dijabarkan pada delapan misi salah satu diantaranya Membangun perekonomian masyarakat yang merata, yang berbasis pada pertanian yang tangguh, nelayan, perdagangan, industri dan pariwisata serta jasa pekerja lainnya menuju taraf hidup yang sejahtera.
.untuk mewujudkan semua itu salah satu sektor yang sangat berpotensi dan memiliki peluang investasi untuk terus dikembangkan perindustrian serta perdagangan dari 9 struktur perekonomian tanjung jabung barat yakni industri pengolahan yang merupakan sektor pemberi kontribusi terbesar yakni 26,93 %,
Industri pengolahan hasil laut di kabupaten tanjung jabung barat cukup menjanjikan , mengingat letak geografis kabupaten tanjung jabung barat yang berbatasan langsung dengan laut cina selatan , menjadikan daerah ini berpotensi sebagai produsen berbagai komoditi ikan laut dan ikan air tawar. Luas areal penangkapan ikan laut seluas 141, 75 km persegi dengan jumlah nelayan 1.134 RTB sementara potensi di sektor perikanan lautnya sebanyak 103,431 ton pertahun. Berbagai komoditi hasil laut seperti ikan, udang, rumput laut dan lainnya dapat diolah berbagai macam produk turunan seperti ikan dapat diolah menjadi ikan asin, trasi, petis, kerupuk dan lainnya.
Salah satu kelompok usaha bersama ( KUB ) yang mengolah hasil laut menjadi ikan asin yakni KUB rezeki laut bersama, proses pembuatan ikan asin KUB rezeki laut bersama dilakukan di pusat pemasaran ikan atau tempat pelelangan ikan ( TPI ) didesa tungkal 1 kecamatan tungkal ilir kabupaten tanjung jabung barat.
Proses pembuatan ikan asin diawali dengan penyiapan bahan baku berupa ikan segar yang telah ditangkap dan didinginkan ditempat khusus ,terlebih dahulu harus dipotong – potong sesuai dengan permintaan pasar.
Harga ikan asin ini juga lebih mahal jika dibandingkan ikan asin jenis lain, per – kg nya mencapai Rp. 80.000 . setiap ikan asin yang diasinkan menggunakan garam yang beryodium, ketua KUB rezeki laut bersama amran mengaku mesti sangat sederhana cara pengolahan ikan asin yang dilakukan, namun hampir tidak ada persoalan dengan usahanya, hanya saja minimnya modal untuk pengembangan usahanya agar lebih besar , yang menjadi kendala amran mengaku fasilitas yang dibantu pemerintah pihak dinas perikanan dan kelautan provinsi jambi melalui dinas perindustrian dan perdagangan kab. Tanjung jabung barat sudah cukup memadai, untuk bahan baku amran mengaku dapat membeli rata – rata 400 hingga 500 kg ikan , soal iklim tidak terlalu berpengaruh , pemenuhan bahan baku ikan masa paceklik bagi nelayan dalam setahun hanya 2 bulan, biasanya amran pada akhir tahun kondisi ini dapat diatasi.
Wawancara :
1. kendala
2. modal
3. fasilitas
4. bahan baku
5. bahan baku berasal dari mana
selain unit KUB pengolahan ikan asin , ditempat pelelangan ikan kuala tungkal ini juga terdapat pengolahan petis dan terasi oleh ibu rokayah. Proses pengolahan petis dan terasi tidak seberat proses pengolahan ikan asin. Terasi selain dapat dibuat dari ikan juga dapat dibuat dengan bahan baku udang , terasi dan petis asal kuala tungkal kabupaten tanjung jabung barat ini sangat terkenal di provinsi jambi.
Selain pengolahan hasil laut yang digeluti masyarakat pesisir kuala tungkal guna mensejahterakan masyarakat secara merata, pemerintah kabupaten tanjung jabung barat mencanangkan program gertak paduka ( gerakan serentak tanam padi dua kali setahun ) guna meningkatkan taraf hidup petani tanjung jabung barat.
Program gertak paduka merupakan gerakan moral yang mengajak para petani agar memiliki keinginan meningkatkan taraf hidup yang memanfaatkan lahan – lahan pertanian yang banyak tersedia. Program gertak paduka juga merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas lahan , dengan melakukan perbaikan terhadap pola tanam dilahan pasang surut dengan tujuan meningkatkan produksi yang nantinya akan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan yang tidak kalah pentingnya dapat meningkatkan nilai tawar daerah terhadap penanaman modal.
Bupati tanjung jabung barat Drs. H. Usaman ermulan, mm mengatakan program gertak paduka dapat dilaksanakan dengan baik, apalagi letak geografis dan iklim tanjung jabung barat dirasakan dapat mendukung program tersebut sehingga benar – benar tepat sasaran , namun tidak kalah pentingnya kekompakan para petani untuk mewujudkannya .
De
ngan adanya program ini diharapkan dapat menunjang perekonomian di tanjung jabung barat. Dan program ini juga mendapat sambutan yang positif dari petani tanjung jabung barat.
Tujuan program gertak paduka adalah meningkatkan kesejahteraan para petani di kabupaten tanjung jabung barat. Program gertak paduka terlaksana dengan baik, petani pun tidak lagi menjadi pembeli produk beras dipasaran dan tidak lagi mengandalkan beras lain.
Areal pertanian terbesar berada di kecamatan pengabuan dan senyerang dengan luas tanam 11.000 hektar dengan pola tanam 2 kali, hasil panen pun bertambah 2 kali lipat dalam setahun. Program gertak paduka ini berhasil meningkatkan panen padi , saat ini surplus beras mencapai 22.000 ton / tahun dan diperkirakan pada tahun 2016 surplus beras akan mencapai 40.000 ton / tahun.
Demi menunjang program tersebut pemerintah daerah membantu petani melalui bibit dan benih , selain itu pemerintah daerah juga terus mengupayakan sosialisai program gertak paduka hingga mencapai desa – desa .
Dinas tanaman pangan dan holtikultura kab. Tanjung jabung barat mengupayakan penyediaan pengairan lahan sawah petani melalui pompa air.
Disamping kekosongan menanti masa panen padi pertama dalam dua kali setahun , pemerintah kabupaten tanjung jabung barat mencanangkan program pisang paduka guna mengisi kekosongan pasar. Pisang paduka merupakan varian baru raja sere yang lebih tahan lama dan tidak cepat membusuk. Program pisang paduka dinilai mampu mengisi kekosongan menanti masa panen padi tiba. Dan program ini baru di canangkan dan sedang berjalan oleh pemerintah kabupaten tanjung jabung barat.
Pembangunan sub sektor tanaman pangan dan holtikultura memiliki peranan penting dan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan daerah dalam penyedian lapangan kerja untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di samping sektor lainnya.
Di sektor peternakan pemerintah kab. Tanjung jabung barat mencanangkan program gertak birahi yang bersamaan dengan program gertak paduka.
Gertak birahi merupakan program yang di canangkan oleh bupati tanjung jabung barat Drs. H. Usman ermulan, mm dan wakil bupati tanjung jabung barat katamso, SA, SE, ME dalam menjadikan kabupaten tanjung jabung barat sebagai lumbung daging bagi provinsi jambi yang mana saat ini program tersebut sedang berjalan.
Demi mensukseskan program gertak birahi ini, dinas peternakan kab. Tanjung jabung barat telah menjalankan program pengembangan dan penyebaran bibit ternak dengan mentargetkan inseminasi buatan ( IB ) aksektor sebayak 1.800 ekor bibit ternak.
Oleh karena itu, diharapkan dalam waktu dekat bibit inseminasi buatan yang telah dicanangkan oleh menteri koordinator kesejahteraan rakyat Dr. Agung Laksono ini akan mencapai hasil yang positif. Sehingga dapat menghasilkan bibit ternak untuk peningkatan populasi ternak di tanjung jabung barat, dengan cara menempatkan petugas IB dan dokter hewan untuk mengawasi dan memerikasa bibit ternak IB tersebut.
Program gertak birahi ini bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak serta meningkatkan mutu genetik ternak menuju tanjung jabung barat swasembada daging.
Gerakan ini berhasil meningkatkan jumlah ternak di kabupaten tanjung jabung barat pada tahun 2010 mencapai 696.518 ekor ternak/ tahun. Dan untuk itulah pemkab tanjung jabung barat pasar ternak di desa sungai saren kecamatan bram itam yang buka setiap sabtu pagi .
Di sektor perkebunan , olahan hasil perkebunan seperti kelapa dalam, kopi, dan buah pidada serta tambang berupa logam di kabupaten tanjung jabung barat terus berkembang. Kelapa dalam memiliki potensi dan peluang usaha yang menjanjikan , dengan luas areal 53.483 hektar mampu menghasilkan 58.695,9 ton kopra, 52. 826,3 ton sabut kelapa, 39.198,7 ton tempurung kelapa dan 52.826,3 ton air kelapa.
Kondisi ini sangat potensial untuk dikembangkan, pengolahan kebutuhan lain yang bahan bakunya berasal potensi lokal, produk turunan kelapa ini hampir sebagian besar merupakan komoditi yang sangat potensial untuk diekspor seperti kopra atau kelapa biji, sabut kelapa, arang tempurung, handycraf kerajinan dari tempurung seperti tas , tasbih dan lainnya. Saat ini di desa tungkal 1 kecamatan tungkal ilir ada kelompok usaha kerajinan dari tempurung kelapa yakni KUB nyiur hijau , kelompok ini awal berdirinya dibantu pemerintah provinsi jambi tahun 2008 lalu oleh pemerintah kab. Tanjung jabung barat melalui dinas prindag proda diteruskan dengan anggarannya.
Usaha lainnya yang sangat potensi dikembangkan yakni usaha cor logam dengan turunan produknya kipas kapal, trali, kunci – kunci , aksesoris dan lainnya. Satu – satunya usaha cor logam yang terus berkembang di kuala tungkal yakni usaha logam indah perkasa milik rani yang didirikan tahun 2004, rani mengakui awal berdirinya usaha ini banyak permasalahan yang di hadapi namun secara bertahap berkat bantuan pemerintah kabupaten tanjung jabung barat usahanya terus berkembang, produk cor logam rani berupa kipas kapal, aksesoris, kunci – kunci , trali dan lainnya. Saat ini tidak hanya dipasarkan dilokal dalam provinsi jambi namun melainkan sampai keluar provinsi jambi.
Kendala yang dihadapi rani dalam menjalankan usahanya saat ini adalah masalah aliran listrik yang sering mati , hal ini dapat menghambat usaha operasionalnya jika masalah listrik ini tidak secepatnya diatasi sangat berpengaruh pada produksi usahanya.
Wawancara:
1. kendala
2. bahan baku
3. apakah ada kerugian
4. konsumen komplen
Disamping lahan perkebunan kelapa dalam , kelapa sawit , pinang, kopi juga menjadi komoditi unggulan masyarakat tanjung jabung barat, saat ini di kabupaten paling timur provinsi jambi ini memiliki sekitar 650 hektar perkebunan kopi dengan produksi sekitar 300 ton grenpin pertahun.
Perkebunan kopi ini tersebar di desa sungai gebar, desa mekar jaya , desa serdang jaya kecamatan betara, di desa bram itam, bram itam kiri, dan desa teluk sialang kecamatan bram itam serta sedikit di kecamatan pengabuan.
Kopi yang ditanam oleh warga umumnya ialah robinsonekselsa yang biasanya disebut petani kopi besar . rata – rata warga atau petani kopi hanya menjual hasil kebunnya, sedikit yang berupaya untuk mengolah menjadi kopi bubuk apalagi untuk mengolah kopi bubuk luwak, yang belakangan ini mulai berkembang di kab. Tanjung jabung barat .
Industri kecil kopi luwak bubuk sangat berpotensi dikembangkan karna berbeda dengan kopi bubuk lazimnya, kopi bubuk luwak ini harganya dipasaran jauh lebih tinggi jika dibandingkan kopi bubuk biasa , menurut pengakuan nuzul satu – satunya pemilik usaha industri kecil kopi luwak buana putra , produksi kopi luwak bukan ditentukan oleh musim panen namun ditentukan berapa banyak jumlah luwak atau musang yang ada di areal perkebunan kopi yang dimiliki.
Kopi luwak merupakan kopi premium yang memiliki mitos yang kuat dikalangan penikmat kopi atau kopi mania , mereka mengetahui secara pasti aroma dan cita rasa kopi, tak heran jika kopi luwak ini terus diburu .nuzul mengaku usahanya dapat memproduksi kopi luwak cangkang 200 kg , kerimping kopi luwak 150 kg , prostit kopi 125 kg dan kopi bubuk 125 kg perbulan.
Wawancara :
1. perkembangan kopi luwak
2. pemasaran
bupati tanjung jabung barat mengakui potensi dan peluang investasi bidang perindustrian dan perdaganagan akan terus berkembang jika ada sinergisitas , semua yang dibutuhkan kelak lusa secara baik pemerintah siap membantu dan menfasilitasi setiap upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Kepala dinas perindustrian perdagangan dan promosi daerah kabupaten tanjung jabung barat mengatakan jumlah perusahaan di kab. Tanjab barat pada tahun 2008 ada sebanyak 1.300 unit , jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.189 unit atau mengalami peningkatan sebesar 9,33 % ali mengatakan produk industri kecil di kab. Tanjung jabung barat baik secara kuantitas maupun kualitas seharusnya dapat lebih ditingkatkan jika para pelaku usahanya fokus mengelola usaha mereka, kebanyakan pelaku usaha kecil di kab. Tanjung jabung barat ini menjadikan usaha mereka sebagai usaha sampingan bukan usaha pokok meski demikian disprindag proda tidak henti – hentinya memberikan pembinaan baik bentuk teknis maupun organisasi atau kelembagaan.
Pembangunan dibidang pendidi-kan merupakan salah satu program pokok di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yaitu meningkatkan pembangunan sektor pen-didikan formal mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan pendidikan non formal berupa pendidikan dan latihan berbagai bidang pengetahuan keterampilan yang diperlukan untuk pembangunan serta pem-binaan generasai muda dan generasi yang sehat jasmani dan rohani. Jumlah lem-baga pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2010 berturut-turut TK sebanyak 40 unit dengan jumlah murid 1.299 siswa, SD sebanyak 202 unit dengan jumlah murid 37.611 Siswa, SLTP sebanyak 48 unit dengan jumlah murid 8.609 siswa , SLTA sebanyak 23 unit dengan jumlah murid 5.781 siswa, Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 27 unit dengan jumlah murid 1.993 siswa, Madrasah Tsanawiyah sebanyak 42 unit dengan jumlah murid 4.713 siswa, Madrasah Ali-yah sebanyak 19 unit dengan jumlah murid 1.813 siswa, Madrasah Diniyah sebanyak 188 unit dengan jumlah murid 14.681 siswa dan Universitas sebanyak 2 unit dengan jumlah Mahasiswa 308. Kemampuan bacatulis di Tanjung Jabung Barat cukup tinggi . Angka melek huruf pada tahun 2010 mencapai 92,91 persen ,hampir sama dengan tahun 2009.
Sedangkan pembangunan dibidang kesehatan dengan jumlah penduduk sebanyak 278.741 Penduduk dilayani oleh 2 Rumah Sakit, 16 Puskesmas, 65 Puskesmas Pembantu, 250 Posyandu, 10 Klinik/Balai Kesehatan dan 52 Polindes/Praktek Bidan dengan didukung oleh tenaga medis Bidan Praktek sebanyak 115 Orang, Dokter Umum sebanyak 41 Orang, Dokter Spesialis 9 Orang , Dokter Gigi sebanyak 8 Orang dan Perawat 83 orang.
Pemeluk Agama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mayoritas adalah beragama Islam mencapai 98,22 Persen. Kristen Protestan mencapai 1,08 persen, Khatolik mencapai 0,27 persen, Budha mencapai 0,30 persen, Hindu mencapai 0,09 persen dan lainnya mencapai 0,03 persen. Penduduk dalam menjalankan kegiatan agamanya di dukung oleh adanya rumah peribadatan. Kabupaten Tan-jung Jabung Barat pada tahun 2010 mempunyai rumah peribadatan yang masing-masing berjumlah mesjid sebanyak 284 unit, langgar 365 unit, gereja Katolik 3 unit, Gereja Protestan 2 unit, Pura 1 unit dan Vihara 1 unit .
Langganan:
Postingan (Atom)



